Tuesday, 16 December 2025
Dari Pentas Seni SD IT Darunnajah Simpang Enam Seluma
PAGI ITU, Jum’at 7 November 2025, suasana SD IT Darunnajah Simpang Enam Seluma tampak berbeda. Ruang kelas yang biasanya dipenuhi meja dan bangku, hari itu disulap menjadi panggung sederhana untuk praktik pentas seni. Bagaimana suasananya ?
Berikut laporannya
SENYUM manis, rias wajah, dan kostum warna-warni dari bahan super sederhana menghiasi wajah ananda shaleh shaleha siswa kelas 4, 5, dan 6 yang akan menampilkan praktik tari kreasi. Kegiatan dari mata pelajaran Seni Budaya dan Pra Karya.
Hadir orang tua wali murid, datang tidak dengan pengumuman terbuka dan protokol sekolah, tapi ia orang paling penting nomor satu di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu ini. Pukul 08.00 WIB, mobil berhenti di halaman sekolah. Dari dalamnya turun Bupati Teddy Rahman, SE., MM, bersama sang istri, dr. Mega Ayu Varzia, MARS.
Tidak membawa ajudan, tidak dengan iring-iringan pengawalan, apalagi kepogahan sirene tot tot wuk wuk. Keduanya memilih berperan penuh sebagai seorang ayah dan ibu yang datang untuk menyaksikan buah mereka tampil di panggung sekolah. Sikapnya penuh simpati, tanpa atribut kekuasaan dan sangat jauh dari kesan kesombongan.
Kehadiran bupati itu sontak mengejutkan pihak sekolah. Kepala SD IT Darunnajah, Ustadzah Febriani Rahmatillah, S.Psi., Gr, beserta para guru tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagia. Bukan karena jabatan yang dibawa, melainkan karena ketulusan seorang pemimpin yang memilih hadir sebagai orang tua murid biasa.
Bupati Teddy Rahman melangkah masuk melewati ruang lobby sekolah, menyapa lebih dahulu tenaga pendidik yang biasa menyambut di depan gerbang. Ia berjalan menuju ruang kelas yang telah berubah menjadi panggung pentas seni. Duduk sederhana menyaksikan putrinya, Adiera Farzana Rafifa siswi kelas 4 SD IT Darunnajah, menari bersama teman-temannya dengan penuh perhatian.
Mendapat info watshap dari kepala sekolah, bupati dan istri datang, Ketua Tim Penjamin Mutu SD IT Darunnajah, Ustadzah Tri Rahayu Setya Ningrum, S.Pd sontak balik kanan dari agendanya di luar sekolah kembali ke sekolah untuk membersamai. Ketua Yayasan, Herwan Saleh tak dapat balik seketika karena tengah mengerjakan disertasi kuliah S3-nya di Kota Malang Jawa Timur.
Bagi Teddy Rahman, kehadiran ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bukti cinta, wujud kasih dan ekspresi sayang, sekaligus dukungan sepenuh terhadap pendidikan anak. Di balik tugas besar sebagai kepala daerah, ia tetap menempatkan peran ayah sebagai prioritas. Namun cintanya tidak berhenti pada sang putri.
Dalam pandangannya, anak-anak Seluma adalah bagian dari amanah yang ia emban sebagai pemimpin. Di tengah penampilan tari kreasi berlangsung, Bupati Teddy Rahman menyempatkan diri memberikan motivasi langsung kepada para siswa.
Dengan bahasa sederhana dan penuh kehangatan, ia berpesan agar anak-anak giat belajar, rajin mengaji, santun dalam bersikap, serta menyayangi dan menghormati orang tua dan guru. “Jika kalian tekun dan berakhlak baik, kelak kalian akan sukses pada waktunya. Menjadi kebanggaan ayah bunda, dan juga kebanggaan daerah kita,” pesannya di hadapan siswa-siswi Integrated Islamic Elementary School tersebut.
Hampir 2 jam penuh sang bupati di sekolah, kemudian ia terpaksa berpamitan lebih dahulu. Ia punya agenda pidato eksekutif pada rapat paripurna DPRD pukul 10.00 WIB. Hanya bunda dr. Mega Ayu yang dapat menyaksikan atraksi anak-anak hebat itu.
Pentas seni SD IT Darunnajah Simpang Enam hari itu bukan hanya tentang gerak tari dan irama. Ia menjadi pelajaran nyata tentang arti kehadiran, keteladanan, dan kasih sayang. Dari seorang bupati Teddy Rahman dapat belajar bahwa jabatan setinggi apa pun tak pernah lebih tinggi dari cinta seorang orang tua kepada buah hatinya, tidak ada yang lebih tulus dari cinta ayah kepada putrinya. (**)
Powered by Froala Editor